Empowerment of Mothers with Under-Five Children Through Nutrition and Healthy Environment Education as A Stunting Prevention Effort At Posyandu RW 03, Parung Serab Urban Village, Tangerang City
Pemberdayaan Ibu Balita Melalui Edukasi Gizi dan Lingkungan Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Posyandu RW 03 Kelurahan Parung Serab Kota Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.58516/j13e5v43Kata Kunci:
stunting; gizi balita; sanitasi lingkungan; posyandu; PHBSAbstrak
Stunting merupakan masalah pertumbuhan yang berkaitan dengan kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, pola asuh, serta kondisi lingkungan, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu balita mengenai kepedulian terhadap lingkungan dan pemenuhan gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB di Posyandu RW 03 Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, dengan sasaran ibu balita yang terdaftar dan aktif di posyandu. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan kader, pengkajian situasi, penentuan prioritas masalah, penyusunan media edukasi, penyuluhan, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, pemberian contoh menu gizi seimbang, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi melalui observasi partisipasi dan tanya jawab lisan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa masih terdapat keterbatasan pengetahuan sebagian ibu mengenai hubungan kebersihan lingkungan, status gizi, dan risiko stunting, serta penerapan PHBS yang belum konsisten, khususnya cuci tangan pakai sabun dan pengelolaan sampah rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan dapat mengintegrasikan edukasi lingkungan dan gizi dengan pelayanan posyandu serta melibatkan kader sebagai penggerak masyarakat. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui keterlibatan peserta dalam diskusi dan respons terhadap materi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis posyandu dapat menjadi sarana penguatan pengetahuan dan kesadaran ibu balita mengenai pencegahan stunting. Keberlanjutan edukasi, pemantauan pertumbuhan, penguatan peran kader, dan penerapan PHBS di rumah tangga perlu dilakukan secara konsisten agar pesan kesehatan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan.
Unduhan
Referensi
Ambarwati, W., & Aprianti. (2022). Knowledge level and mother's attitude related to stunting in infants aged 6–23 months. Amerta Nutrition, 6(1SP), 44–50. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1SP.2022.44-50
Armilia, E. (2026). Peran Posyandu dan Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Pencegahan Stunting di Desa—Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi. UMSIDA. https://fikes.umsida.ac.id/peran-posyandu-dan-edukasi-1000-hari-pertama-kehidupan-dalam-pencegahan-stunting-di-desa/
Astuti, Y. R. (2022). Pengaruh Sanitasi dan Air Minum Terhadap Stunting di Papua dan Papua Barat. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(3), 261–267. https://doi.org/10.33860/jik.v16i3.1470
Azizah, A. M., Nurmala, I., & Devy, S. R. (2022). The effect of mother's educational level and stunting incidence on toddler: A meta-analysis. Amerta Nutrition, 6(4), 369–375. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i4.2022.369-375
Darmawan, A., Basry, N. R., & Wahyuddin, W. (2022). Mother's knowledge and hygiene sanitation against stunting in toddlers. Jurnal Riset Kesehatan, 11(1), 1–6. https://doi.org/10.31983/jrk.v11i1.8060
Gea, W., Nababan, D., Sinaga, J., Marlindawani, J., & Anita, S. (2023). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah UPTD Puskesmas Lotu Kabupaten Nias Utara Tahun 2023. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16336–16356. https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i3.20706
Hanson, C., Allen, E., Fullmer, M., O’Brien, R., Dearden, K., Garn, J., Novianti Rachmi, C., Glenn, J., West, J., Crookston, B., & Hall, P. (2020). A national communication campaign in Indonesia is associated with improved WASH-related knowledge and behaviors in Indonesian mothers. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(10), 3727. https://doi.org/10.3390/ijerph17103727
Kabar Online. (2026). Peran Posyandu dalam Penanggulangan Stunting. KabarOnline.go.id. https://kabaronline.co.id/peran-posyandu-dalam-penanggulangan-stunting/
Kemenkes. (2025, 26 Mei). SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%. https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198
Kemenko. (2025). Prevalensi Stunting tahun 2024 Turun Jadi 19,8 Persen, Pemerintah Terus Dorong Penguatan Gizi Nasional. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. https://www.kemenkopmk.go.id/prevalensi-stunting-tahun-2024-turun-jadi-198-persen
Laksono, A. D., Wulandari, R. D., Amaliah, N., & Wisnuwardani, R. W. (2022). Stunting among children under two years in Indonesia: Does maternal education matter? PLOS ONE, 17(7), e0271509. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0271509
Marchianti, A. C. N., Rachmawati, D. A., Astuti, I. S. W., Raharjo, A. M., & Prasetyo, R. (2022). The impact of knowledge, attitude, and practice of eating behavior on stunting and undernutrition in children in the agricultural area of Jember District, Indonesia. Jurnal Berkala Epidemiologi, 10(2), 140–150. https://doi.org/10.20473/jbe.v10i22022.140-150
Mauludyani, A. V. R., & Khomsan, A. (2022). Maternal nutritional knowledge as a determinant of stunting in West Java: Rural–urban disparities. Amerta Nutrition, 6(1SP), 8–12. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1SP.2022.8-12
Munthe, W. S., Atikah, R. A., & Candra, A. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan ibu dengan kejadian stunting. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 22(5), 337–341. https://doi.org/10.14710/mkmi.22.5.337-341
Novianti, et al. (2024). [Rujukan penelitian tentang pengetahuan gizi dan pengasuhan anak sebagaimana tercantum dalam laporan KKN].
Nuhan, M. V., Palalangan, D., Atok, Y. S., & Nenotek, C. R. (2023). The influence of balanced nutrition education on the knowledge of Posyandu cadres in preventing stunting. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 10(3), 398–404. https://doi.org/10.26699/jnk.v10i3.ART.p398-404
Nurokhmah, S., Middleton, L., & Hendarto, A. (2022). Prevalence and predictors of complementary feeding practices among children aged 6–23 months in Indonesia. Journal of Preventive Medicine and Public Health, 55(6), 549–558. https://doi.org/10.3961/jpmph.22.199
Pemerintah Kota Tangerang. (2024). Ini Sederet Inovasi Penanganan Stunting di Kota Tangerang Sepanjang 2024. https://tangerangkota.go.id/berita/detail/48113/ini-sederet-inovasi-penanganan-stunting-di-kota-tangerang-sepanjang-2024
Pemerintah Kota Tangerang. (2025). Catat Tren Positif Lima Tahun: Prevalensi Stunting Kota Tangerang Konsisten di Bawah Prevalensi Provinsi dan Nasional. https://tangerangkota.go.id/berita/detail/52909/catat-tren-positif-lima-tahun-prevalensi-stunting-kota-tangerang-konsisten-di-bawah-prevalensi-provinsi-dan-nasional
Permatasari, T. A. E., Chadirin, Y., Ernirita, Elvira, F., & Putri, B. A. (2023). The association of sociodemographic, nutrition, and sanitation on stunting in children under five in rural area of West Java Province in Indonesia. Journal of Health, Population and Nutrition, 42, Article 20. https://doi.org/10.1177/22799036231197169
Rah, J. H., Sukotjo, S., Badgaiyan, N., Cronin, A. A., & Torlesse, H. (2020). Improved sanitation is associated with reduced child stunting amongst Indonesian children under 3 years of age. Maternal & Child Nutrition, 16(S2), e12741. https://doi.org/10.1111/mcn.12741
Rejeki, R. S., & Mahendra, G. K. (2023). Analisis Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Kelurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Journal of Social and Policy Issues, 121–125. https://doi.org/10.58835/jspi.v3i3.202
Sarah Handayani, Ikhwan Ridha Wilti, & Siti Hasanah. (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Indonesia (Studi Literatur). Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan. https://doi.org/10.25077/jk3l.2.2.83-94.2021
Siagian, E., & Ramschie, P. A. (2024). The influence of mother's knowledge of toddler nutrition on their knowledge and attitudes towards stunting. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 17(2), 180–188. https://doi.org/10.23917/bik.v17i2.2835
Simanjuntak, M., Yuliati, L. N., Rizkillah, R., & Maulidina, A. (2022). Pengaruh inovasi edukasi gizi masyarakat berbasis social media marketing terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 15(2), 164–177. https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.2.164
WHO. (2025). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates: Key findings of the 2025 edition. https://www.who.int/publications/i/item/9789240112308
Wiliyanarti, P. F. W., Nasrullah, D., Salam, R., & Cholic, I. (2022). Edukasi pemberian makanan tambahan berbasis bahan lokal untuk balita stunting dengan media animasi. Media Gizi Indonesia, 17(1SP), 104–111. https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1SP.104-111
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ika Oktaviani, Titin Martini, Titis Wahyuni

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










