Efforts to Improve Health Literacy in Adolescents about Non-CommunicableDisease in Bantul, Yogyakarta
Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan pada Remaja tentang Penyakit Tidak Menular di Bantul, Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.58516/db934d40Kata Kunci:
adolescent, training, health literacyAbstrak
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Saat ini penyakit tidak menular tidak hanya menyerang orang yang berusia lanjut, tetapi juga menyerang pada remaja. PTM pada remaja dipicu oleh berbagai faktor risiko yang terkait dengan pola hidup tidak sehat. Faktor perilaku memegang peranan penting dalam berkembangnya penyakit tidak menular pada remaja. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang PTM yang didapatkan oleh remaja. Remaja lebih banyak mendapatkan informasi kesehatan tentang kesehatan reproduksi dan beranggapan bahwa PTM merupakan penyakit yang diderita oleh orang berusia lanjut. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja tentang penyakit tidak menular di dusun Surobayan, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 40 remaja dusun Surobayan. Kegiatan ini dilakukan pre-test, penyuluhan penyakit tidak menular dan post-test. Hasil dari kegiatan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja yang signifikan tentang penyakit tidak menular sebesar 37,9.
Unduhan
Referensi
Fitri, R. P. S., & Fitriani, I. M. (2019). Efektifitas Pendidikan Kesehatan Dengan Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Perubahan Pengetahuan Remaja Tentang Obesitas Di Smpn 1 Pekanbaru. Prepotif Jurnal Kesehatan Masyarakat, 53(9), 1689–1699.
Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. In Lembaga Penerbit Balitbangkes. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf
Setyaningsih, A., & Cinintya Nurzihan, N. (2019). Peningkatan Pemahaman Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Remaja Melalui Deteksi Dini Dengan Pemeriksaan Komposisi Tubuh Di SMK PGRI 2 Surakarta. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Indonesia (Indonesian Journal of Independent Community Empowerment), 2(3), 63–68. https://doi.org/10.35473/jpmmi.v2i3.34
Susanti, N., Sari, D., Dina, D., Hasibuan, I. larasati, Melisa, M., & Dharma, R. A. (2023). Analisis Gambaran Faktor Risiko Perilaku Penyakit Tidak Menular Pada Remaja. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 4530–4535. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.16465
Yuandari, E., & Rahman, R. T. A. (2022). Pengembangan Metode Promosi Kesehatan Tentang Pengetahuan HIV/AIDS Terhadap Remaja. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 13(2), 263–277. https://doi.org/10.33859/dksm.v13i2.875
Yuningrum, H., Trisnowati, H., & Rosdewi, N. N. (2021). Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Remaja: Studi Kasus pada SMA Negeri dan Swasta di Kota Yogyakarta. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 6(1), 41. https://doi.org/10.35842/formil.v6i1.343
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Brune Indah Yulitasari, Agus Salim, Anggie Khoirunisa, Atiqa Fitri Aryanti, Deby Rahma Laili, Dian Aminah Lestari, Herlin Harip Nurmalasari, Herlina Wati, Meilani Putri Suprapto, Riyan Hidayat, Vegy Oktaviani, Verren Amalia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









