Hubungan Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene dengan Budaya K3 pada Nelayan
Hubungan Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene dengan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Nelayan
DOI:
https://doi.org/10.58516/0w4nxc87Kata Kunci:
Budaya K3, Nelayan, Personal Hygiene, PengetahuanAbstrak
Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan laut meningkatkan kerentanan nelayan terhadap berbagai penyakit akibat kerja, seperti infeksi kulit dan gangguan pencernaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan budaya K3 pada nelayan melalui edukasi personal hygiene yang aman dan sehat, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pembentukan perilaku keselamatan kerja. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi interaktif, simulasi praktik kebersihan diri, dan evaluasi menggunakan instrumen kuesioner pre-test serta post-test. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, dengan melibatkan 30 orang nelayan sebagai peserta utama. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta, yaitu sebanyak 24 orang (80%), memiliki tingkat pengetahuan yang stabil dan baik sejak awal, sementara 6 orang (20%) lainnya mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan setelah mengikuti penyuluhan. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi edukasi efektif dalam mengubah paradigma nelayan yang semula menganggap K3 hanya sebatas keselamatan fisik dari cuaca ekstrem menjadi kesadaran akan pentingnya higiene sebagai pelindung kesehatan individu yang krusial. Simpulan dari program ini adalah penguatan budaya K3 berbasis pengetahuan personal hygiene berhasil meningkatkan literasi kesehatan masyarakat nelayan dan menciptakan landasan bagi pola kerja yang lebih higienis. Saran yang diberikan adalah agar Pemerintah Desa Bonto Mate’ne menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai di area dermaga untuk mendukung keberlanjutan praktik PHBS secara nyata. Selain itu, diperlukan pembentukan kader K3 di kalangan nelayan untuk memonitor konsistensi penerapan higiene secara mandiri guna menekan angka risiko penyakit akibat kerja di wilayah pesisir
Unduhan
Referensi
Amir, A. P. R., Salam, J., & Anas, M. (2025). Mewujudkan Nelayan Siaga: Sinergi APD dan Simulasi Darurat sebagai Strategi Perlindungan Diri di Laut. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI), 5(2), 132–137. https://doi.org/10.55606/jpkmi.v5i2.7719
Gusti, A., & Iqbal, W. (2024). Status Sanitasi Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatistis pada Nelayan. Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Lingkungan, 5(2), 102–110. https://doi.org/10.25077/jk3l.5.2.102-110.2024
Ilma, K., Rahayu, I., & Rahmiwati, R. (2025). Peningkatan Personal Hygiene dan Pemenuhan Alat Pelindung Diri Bagi Nelayan Pukat di Kampung Muaro IV Koto Hilie Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(2), 2517–2524. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i2.771
Noerfitri, & Prasetya, G. (2023). Noerfitri, N., and Guntari Prasetya. Kearifan Lokal dalam Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Wilayah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu. Penerbit NEM.
Padmasari, N. K. A., Kurniawati, D. L., Rifqiyah, L., Umami, W., Handriani, T. F., Istiqomah, N., Maulidya, S. E. P., Octaviani, D., & Mursdi, A. (2024). Teknik Behavior untuk Memberikan Pemahaman Keselamatan Kerja Masyarakat Pencari Kerang di Pulau Santen Karangrejo. Proceeding Humanities : Teacher Training and Education, 6(1), 26–36.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Astrid Pratiwi Rufaedah Amir, Jumhur Salam, Andi Aan Mugniyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









