Hubungan pola komunikasi dengan perilaku seksual berisiko pada remaja
Hubungan Pola Komunikasi dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.58516/m0dyeb18Kata Kunci:
komunikasi orang tua, perilaku seksual berisiko, remajaAbstrak
Latar Belakang: Perilaku seksual berisiko pada remaja semakin marak terjadi. Data SDKI 2017 menyatakan bahwa perilaku berpacaran pada remaja semakin berisiko hingga mengarah pada free sex. Selain itu, diketahui bahwa 50% remaja mengalami KTD serta 1,7 juta remaja di dunia menjadi pengidap HIV dan 43 ribu remaja lainnya telah memasuki fase AIDS. Komunikasi antara orang tua dengan remaja diketahui memiliki peran dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja. Tujuan: Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan pola komunikasi dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan database Google Scholar dan Pubmed. Kriteria inklusi memiliki judul dan isi yang relevan dengan tujuan, tahun publikasi 2018-2023, serta menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sementara itu, kriteria eksklusi berupa struktur artikel tidak lengkap. Hasil: Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola komunikasi dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Remaja yang memiliki komunikasi fungsional dan komunikasi seksual dengan orang tua terbukti memiliki peluang rendah mengalami perilaku seksual berisiko. Selain itu, komunikasi orang tua-remaja dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, pendidikan orang tua, kepemilikan pacar, jumlah anggota keluarga, lokasi sekolah, tingkat kedewasaan ayah, keterbukaan ibu terhadap isu kesehatan reproduksi, sikap berkomunikasi, kesadaran kebutuhan informasi kesehatan reproduksi, dan aksesibilitas informasi kesehatan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Kesehatan Masa Depan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






